Senin, 31 Mei 2010

Takdir Allah

Kehidupan ini seperti sebuah episode dalam sinetron. Dimana para pemain mengalami kehidupan yang berbeda dalam setiap episodenya. Dalam episode yang satu pemain mengalami kehidupan yang menyenangkan tetapi di episode yang lain mengalami kesusahan. Sutradara membuat skenario sedemikian rupa sampai sinetron tersebut tamat. Hanya sutradara yang tahu apa akhir dari cerita sinetron tersebut. Kita yang menonton hanya bisa menduga-duga apa yang akan terjadi. Begitu pula kehidupan manusia yang sesungguhnya kadang senang bahagia dan tertawa, kadang sedih menangis bercucuran airmata. Ada yang kecewa ada pula yang bahagia, seperti roda kadang di atas kadang di bawah. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita__hanya Allah lah yang tahu takdir kita.



Manusia hanya wajib berusaha dan Allah lah yang menentukan hasilnya. Bukan hanya hasil yang Allah nilai tetapi juga proses yang kita lalui. Apakah sesuai dengan yang Allah gariskan atau melenceng dari yang Allah gariskan. Ketika usaha sudah optimal dilakukan namun takdir Allah belum jua datang maka sabarlah.... Ketika usaha telah menghasilkan namun tidak sesuai dengan harapan maka ikhlaslah.... karena bisa jadi sesuatu yang yang kita sukai itu belum tentu baik untuk kita dan sebaliknya sesuatu yang tidak kita sukai itu baik untuk kita. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari setiap kejadian dan peristiwa yang kita alami, sepahit apapun itu. Pada hakikatnya setiap kejadian baik dan buruk itu adalah sesuai dengan takdir Allah.

Oleh karena itu apapun yang terjadi yang menimpa kehidupan kita yakinlah itu terjadi atas kehendak dan ketetapan_Nya. Kembalikan semua kepada Allah, jangan menyalahkan orang lain. Bila ingin menyalahkan maka diri kitalah yang pertama harus dikoreksi, jangan-jangan kita yang terlalu menumpuk dosa. Terimalah segala peristiwa dan kejadian yang menimpa kita dengan lapang dada__Sabar__Ikhlas dan ridho..terus berusaha dan berdoa semoga apa yang kita harapkan akan terjadi dan kita termasuk orang-orang yang sabar dan ikhlas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar